Kamis, 19 September 2013

Bahagia Kita



     Andai jemariku dapat terus dan terus 
   menuliskan apa apa yang ada di hatiku,,

Mungkin hingga beribu ribu lembar tak kan cukup 
sebagai alas pena ku menari,,

Jika ku lukiskan, mungkin butuh banyak warna 
untuk benar benar menggambarkan apa yg ku rasa,,

Jika memang ku buat layaknya drama,

Mungkin butuh berates ratus episode,
untuk benar benar menceritakan semua yang ada di hatiku,,

Bahagia yang tlah kau beri,,

Bahagia yang tlah kau ciptakan untuk ku,,

Tak ingin hilang meski sekejap,,

Dan tak ingin terhapus meski hanya setitik waktu bersama mu,,

Kan ku jaga sebisa dan semampu upaya ku,,

Agar tetap bahagia ini bersama kita,,

Aku dan kamu,,

Senandung Penantian

Diam sendiri berteman sepi,
Sunyi tanpa bahasa,
Tak mampu ku jelaskan dengan kata kata,
Kerinduang yg terpendam dan tak terluapkan,
Hanya senandung lirih yang mampu ku ungkap,
Senandung rindu pada engkau yang entah berada dimana,
Pada bayang yang tak pernah nampak lagi,
Pada senyum yang tak pernah mendampingi mentari,
Lagi lagi sepi dan sendiri,
Malam berganti siang,
Hujan berganti terang,
Namun engkau tak kunjung datang,
Aku masih disini tetap bersama senandung yang sama,
Demi engkau agar kembali dan merubah sendandung ini,
Entah kapan kan berganti,
Senandung lirih ini menjadi senandung bahagia kita berdua,
Aku menanti dan akan terus menanti,

Bahagia Yang Lain

Yang terdahulu pun sudah tak tampak,
Menghilang karna sebab yg sama seperti saat dahulu dia muncul,
Rasa nya aku pun memiliki hak yang sama seperti dia,
Sedang aku tlah membiarkan dia bahagia terlebih dahulu,
Diatas pengalahan dan penantian ku,
Demi mendapatkan pembahagiaan yang sama dengan orang yg berbeda,
Bukan karna aku tak rela tuk menunggu nya,
Sedang yg ku tunggu pun tak kan mungkin ku dapat,
Maka ku putuskan untuk menanti kebahagiaan dari yg lain,
Yang dengan kemungkinan dapat ku raih,
Dan seiring penantian ku,
Pada akhir nya tlah ku dapat bahagia itu dari yang lain,
Namun nyatanya, dia tak rela aku bahagia dengan yang lain,
Meski tlah ia raih bahagia bersama yang lain sebelum diriku,
Lantas sempat terpintas bersalah ku untuk hal yg memang seharus nya ku dapat,

Pembahagiaan



·   Tinggi nya benteng yang kau bangun,,

Tebal nya pertahanan yang kau buat,,

Tajam nya pandangan yang kau tuju,,

Tak mampu tuk meruntuhkan niat ku,,

Tak mampu tuk mematahkan langkah ku,,

Dan tak kan mampu tuk merubah tujuan ku,,

Segala upaya kan ku tempuh,,

Segala cara kan kulalui,,

Meski mentari sekali pun tak dapat meluluhkan mu,,

Meski indahnya pagi pun tak mampu menjamah mu,,

Namun semua itu tak menyurutkan niat ku,,

Pembahagiaan yang patut ku perjuangkan,,